Jumat, 26 Juni 2009

AGRIKULTUR DI HUTAN HUJAN

Setiap tahun, ribuan mil hutan hujan dihilangkan untuk kegunaan pertanian. Dua kelompok yang bertanggung jawab dalam mengubah hutan hujan menjadi tanah pertanian adalah petani miskin dan perusahaan besar.

Para petani miskin di banyak bagian dunia bergantung pada pembersihan hutan untuk menghidupi keluarganya. Tanpa akses ke tanah pertanian yang lebih baik, mereka menggunakan cara tebang-dan-bakar untuk membersihkan bidang-bidang tanah di hutan untuk periode waktu yang pendek. Biasanya mereka bercocoktanam di bidang tanah tadi untuk beberapa tahun hingga tanah kehabisan nutrisi dan mereka harus berpindah ke suatu bidang tanah baru di dalam hutan.

Perusahaan-perusahaan pertanian saat ini membersihkan lebih banyak hutan hujan dibandingkan sebelum-sebelumnya, terutama di Amazon dimana banyak bidang tanah di hutan yang diubah menjadi lahan kedelai. Beberapa ahli percaya bahwa pada suatu saat Amerika Selatan akan mempunyai wilayah pertanian yang luasnya dapat menyaingi yang ada di Amerika bagian tengah barat. Banyak dari tanah pertanian ini akan harus mengorbankan hutan hujan Amazon.

PENEBANGAN KAYU DI HUTAN HUJAN

Salah satu sebab utama perusakan hutan hujan adalah penebangan hutan. Banyak tipe kayu yang digunakan untuk perabotan, lantai, dan konstruksi diambil dari hutan tropis di Afrika, Asia, dan Amerika Selatan. Dengan membeli produk kayu tertentu, orang-orang di daerah seperti Amerika Serikat secara langsung membantu perusakan hutan hujan.

Walau penebangan hutan dapat dilakukan dalam aturan tertentu yang mengurangi kerusakan lingkungan, kebanyakan penebangan hutan di hutan hujan sangat merusak. Pohon-pohon besar ditebangi dan diseret sepanjang hutan, sementara jalan akses yang terbuka membuat para petani miskin mengubah hutan menjadi lahan pertanian. Di Afrika para pekerja penebang hutan menggantungkan diri pada hewan-hewan sekitar untuk mendapatkan protein. Mereka memburu hewan-hewan liar seperti gorila, kijang, dan simpanse untuk dimakan.

Penelitian telah menemukan bahwa jumlah spesies yang ditemukan di hutan hujan yang telah ditebang jauh lebih rendah dibandingkan dengan jumlah yang ditemukan di hutan hujan utama yang belum tersentuh. Banyak hewan di hutan hujan tidak dapat bertahan hidup dengan berubahnya lingkungan sekitar.

Penduduk lokal biasanya bergantung pada penebangan hutan di hutan hujan untuk kayu bakar dan bahan bangunan. Pada masa lalu, praktek-praktek semacam itu biasanya tidak terlalu merusak ekosistem. Bagaimanapun, saat ini wilayah dengan populasi manusia yang besar, curamnya peningkatan jumlah orang yang menebangi pohon di suatu wilayah hutan hujan bisa jadi sangat merusak. Sebagai contoh, beberapa wilayah di hutan-hutan di sekitar kamp-kamp pengungsian di Afrika Tengah (Rwanda dan Congo) benar-benar telah kehilangan seluruh pohonnya.